Cara Perawatan Perahu Nelayan Fiberglass

Perahu Nelayan Fiberglass Aman dan Efisien

Semakin mahal dan langkanya kayu jati membuat masyarakat beralih dengan menggunakan perahu nelayan fiberglass. Selain efisien karena harganya yang murah dan hemat bahan bakar, perahu ini juga tidak memerlukan perawatan seintensif perahu kayu. Yang mana setiap tahunnya pasti saja mengalami kebocoran. Setelah dicoba, banyak nelayan yang merasa puas dengan perahu fiber ini.

Menurut mereka, perahu yang terbuat dari fiber sangatlah ringan namun tidak oleng meskipun berada di atas permukaan air yang berombak. Sehingga aman digunakan untuk menangkap ikan di laut. Tak hanya bisa digunakan di laut, perahu ini juga bisa dipakai untuk keperluan tambak atau rawa-rawa. Hal tersebut bisa disesuaikan dengan bentuk dan kebutuhan yang diinginkan. Bagi Anda yang penasaran dengan cara perawatan perahu fiber, berikut ini adalah ulasannya.

Cara Perawatan Perahu Nelayan Fiberglass 

1.     Perawatan

Perawatan perahu nelayan fiberglass  yang pertama adalah pengecatan. Hampir sama dengan perahu kayu, proses perawatan ini dibutuhkan karena cat yang digunakan apabila terkena air pasti lama-lama akan mengelupas. Hal ini tentu membuat tampilannya menjadi tidak sedap lagi di pandang. Selain itu, pengecatan juga dilakukan untuk menghindari kebocoran pada perahu. Selain itu, perahu ini meskipun jarang mengalami kerusakan harus sering-sering dikontrol secara teratur setelah pemakaian mulai dari bodi perahu hingga mesin.

2.     Perbaikan

Selain perawatan, pengetahuan tentang cara perbaikan juga sangatlah dibutuhkan. Beberapa masalah yang mungkin terjadi pada perahu nelayan fiberglass disebabkan oleh pemakaian yang sudah bertahun-tahun atau mungkin saja karena terkena benturan atau benda tajam. Perbaikan perlu dilakukan jika terdapat kerutan, pengelupasan, warna yang berubah, lubang halus, retakan dan lain sebagainya pada perahu fiberglass. Cara perbaikannya cukup mudah dan tidak memerlukan waktu dan biaya yang banyak. Jika terjadi pengelupasan, mengkerut dan lain sebagainya maka cukup dilakukan penambalan dan pendempulan pada bagian fiber yang bermasalah dengan menggunakan anyaman fiber dan alat perekat khusus.

Tangki Fiberglass dalam Proses Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL)

Tingginya kebutuhan industri akan air membuatnya memiliki dampak negatif yaitu munculnya polutan air yang berasal dari limbah produksi. Banyaknya air limbah produksi ini jika dibiarkan di alam bebas akan membunuh banyak biota air dan juga menyebabkan keracunan pada manusia. Oleh karena itu setiap air limbah yang dikeluarkan oleh sebuah industri harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu dengan menggunakan sebuah sistem di sebuah instalasi yaing disebut Instalasi Pegolahan Limbah. Dalam pengolahan limbah dibutuhkan tangki tangki yang besar yang mempu menampung air baik air sebelum diolah, air limbah yang sedang berada pada proses pengolahan dan juga air bersih hasil olahan. Salah satu tangki yang cocok untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah tangki fiberglass

Sistematika IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah

Air yang sudah tercemar oleh adanya bahan kimia yang keluar dari polusi air kemudian dialirkan ke tempat instalasi dan juga diolah dalam 5 tahap.

  1. Air limbah ditampung pada sebuah tangki besar yang mengandung pasir tahap ini penting untuk mengendapkan limbah air ada di dalam air. Tangki yang diperlukan adalah tangki yang tidak mungkin akan bereaksi dengan bahan kimia seperti tangki fiberglass.
  2. Setelah di biarkan beberapa waktu kemudian air limbah hasil pengendapan kemudian dialirkan ke tangki yang berisi kerikil sebagai cara pengendapan kedua. Pada tahap ini air yang ada di proses pengendapan ke dua tentunya masih memiliki bahan kimia sehingga lebih baik menggunakan tangki fiberglass untuk mengurangi resiko kerusakan air.
  3. Selanjutnya air dari tangki pengendapan ke – 2 kemudian dialirkan ke tangki yang banyak mengandung eceng gondok. Hal ini di tujukan agar semua zat kimia berbahaya yang ada di limbah dapat diserap oleh eceng gondok.
  4. Keluar dari tangki yang berisi eceng gondol maka air kemudian disaring kembali.
  5. Hasil penyaringan kemudian di alirkan pada tangki fiberglass berisi dengan ikan. Setelah itu ikan akan diamati perubahannya, jika tidak ada perubahan maka dapat disimpulkan air hasil penglahan limbah sudah bersih dan bisa dialiran untuk digunakan.

Perbedaan Bahan Fiberglass hingga Carbon Fiber

Body kit untuk motor atau mobil bermanfaat untuk beberapa hal. Selain membuat tampilan kendaraan lebih menarik, body kit juga punya manfaat teknis seperti meningkatkan kemampuan aerodinamika.

Terdapat beberapa jenis bahan baku body kit. Yang paling umum dikenal adalah bahan fiberglass, polyurethane, dan carbon fiber. Selain untuk body kit, bahan ini juga digunakan pada bagian tertentu kendaraan seperti body.

Lantas, apakah perbedaan di antara ketiganya? Apa pula kelebihan dan kekurangannya? Diolah dari berbagai sumber, berikut ulasannya.

 

 

Fiberglass

Fiberglass atau kaca serat atau serat gelas sederhananya merupakan kaca cair yang ditarik menjadi serat tipis. Serat ini bisa dipintal dan dicampur dengan resin sehingga menjadi bahan yang kuat.

Kelebihan material ini adalah mudah dibentuk menggunakan cetakan. Cetakannya pun relatif murah dan tidak perlu mesin khusus.

Meski begitu, karena terbuat dari kaca, bahan ini lebih mudah patah atau pecah. tingkat presisinya pun ada di bawah material lain.

Polyurethane

Polyurethane atau poliuretana (pu) merupakan bahan hasil campuran antara karet dan plastik. Kekakuan, kekerasan, dan kepadatan bahan ini sangat beragam, tergantung komposisi campurannya.

Beberapa keunggulan poliuretana jika dijadikan bahan baku body adalah tahan aus, lebih tahan benturan dan gesekan, tetap fleksibel meski dalam temperatur rendah, serta lebih tahan oli atau bahan kimia lain.

Meski begitu, jika dibanding bahan lain, harga poliuretana lebih mahal, sehingga relatif jarang digunakan.

Carbon fiber

Carbon fiber atau plastik diperkuat serat karbon adalah material komposit yang diperkuat oleh fiber. Plastik yang biasa digunakan umumnya adalah epoxy, tapi ada juga yang menggunakan polyester atau vinylester.

Serat karbon kaku, kuat, tetapi tetap ringan. Dalam hal pembuatan pun cukup mudah. Karena karakter itu, bahan ini juga kerap digunakan untuk membuat konstruksi pesawat hingga rangka sepeda modern.

Kelebihan yang dimilikinya berbanding lurus dengan harga. Karena itu pula, mobil atau motor yang dilengkapi dengan material karbon fiber biasanya dibanderol dengan harga di atas rata-rata.